Slide # 1

Slide # 1

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Slide # 2

Slide # 2

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Slide # 3

Slide # 3

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Slide # 4

Slide # 4

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Slide # 5

Slide # 5

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Selasa, 22 Januari 2013

Bagaimana bisa bangga coba?

meneriakkan sebuah keadilan di kampus ku itu, seperti mengajak orang tuli ngomong pake bahasa binatang. jangan pernah sekali-kali berharap kau akan mendapatkan apa yang kau mau. karena kemungkinannya sama seperti kamu berharap ada planet bumi part 2.

perjuangan selama 6 bulan, bela-belain tidur pagi hanya untuk buat tugas. bangun pagi untuk menunaikan sebuah tugas wajib mahasiswa, NGAMPUS. setia nungguin dosen yang telat ngasih kabar kalau kuliah hari itu kosong. walau sering ngeluh capek sama tugas-tugas yang klo menurut kacamata penglihatanku itu gak manusiawi banget, tetep aja dikerjain dengan sabar. selalu berbuat yang terbaik dalam mengerjakan soal UTS dan UAS, dan tak ketinggalan selalu terselip sebuah harapan di dalam sana.

lalu bagaimana dengan mahasiswa yang seperti ini;
beberapa diantaranya ada yang tiba-tiba mual dan pengen muntah pas liat soal UTS sama UAS, dan memutuskan untuk keluar ruangan ujian setengah jam setelah ujian berlangsung dan membiarkan kertasnya bersih tanpa noda tinta. titip absen, bilangnya ada keperluan mendadak (alasan yg dibuat-buat tentunya). g ngerjain tugas, alasannya g tau karena pertemuan sebelumnya g masuk.

melihat kenyataan yang terjadi dilapangan sekarang, usaha dan hasil tidak berbanding lurus. sebelumnya aku selalu percaya bahwa keberuntungan seseorang tidak datang dengan sendirinya, semuanya harus diciptakan. bagaimana? niat, usaha, dan kerja keras.

berbahagialah mereka yang dengan sengaja bersikap apatis. karena dengan usaha yang seuprit bisa dapat nilai bagus tanpa harus membuang-buang tenaga. mereka-mereka yang merasa tidak puas dengan hasil akhirnya, kemudian datang mengeluh ke kantor pengajaran dan tata usaha. seperti habis jatoh dan tertimpa tangga pula, bukannya mendapatkan kembali hak-haknya yang telah dicuri. malah di lempar sana-sini oleh birokrasi kampus yang ribetnya minta ampun. tidak ada yang mau bertanggung jawab disini.
nah.. kalau sudah begini, harus bagaimana lagi?

bagaimana bisa bangga sama almamater, kalau nasib mahasiswanya saja luntang-lantung kayak gini. sampai detik ini pun, semuanya masih berharap kalau apa yang tertera di CBIS itu salah.

2 komentar:

  1. hai.. nga di kasih nilai apakah ??? maunyaa nga dpttt apkh ??? A atw D ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. A donk... krn sy tau sy p kemampuan. jangankan d kase C, d kase B saja sy tetap protes

      Hapus