Slide # 1

Slide # 1

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Slide # 2

Slide # 2

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Slide # 3

Slide # 3

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Slide # 4

Slide # 4

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Slide # 5

Slide # 5

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Sabtu, 23 Februari 2013

Mereka punya cerita; Cuncun Membahana

Lokasi : teras depan Zeal Girl 2 camp, Pare, Kediri
Sekitar pukul 19.30 WIB pada akhir bulan Maret 2012.

Potongan percakapanku dengan seorang teman..
Samhan: "Na, new comer yaa?" sambil memandangi seorang cewe berkaos ungu dengan rok panjang sampai d mata kaki sedang membawa tas plastik hitam yang entah apa isinya yang baru saja lewat di depan kami.
Aku: "iya, new comer."
Samhan: "darimana? kok kayak jutek gitu siih?"
Aku: "ahahahaa.. gak tau. aku belom kenalan."

Malam itu ia lewat begitu saja di depan kami tanpa sapaan basa-basi atau sedikit senyum bersahabat. mungkin malu atau canggung kali, yaa namanya juga new comer, pikirku. Kalau dilihat pertama kali dari wajahnya waktu itu, semua orang akan menangkap kesan "jutek" darinya. Dan menurutku Bang Samhan nggak salah menilainya kayak gitu ahahahaa.

Malam itu bukan kali pertama aku melihatnya. Kalau tidak salah, sudah tiga hari ia bergabung dalam keluarga Zeal. Tapi, sampai saat itu aku sama sekali tak tau namanya dan belum berkenalan dengannya.

Belakangan baru aku tau, ternyata namanya Cuncun...sodara sodara sekalian.

Aku ingat hari pertama kedatangannya di Zeal Girl Camp. Aku sedang bersiap-siap berangkat ke salah satu lembaga kursus bahasa inggris. Aku berdiri di teras depan yang persis menghadap langsung ke gerbang. waktu itu, ia datang bersama seorang temannya dengan menumpang pada jasa angkutan umum tradisional, 'becak'.

Tak lama setelah menyelesaikan segala administrasi dengan si tukang becak, temannya yang berperawakan tinggi, kurus dan terlihat ramah itu menghampiriku..
"Ini benar Zeal Girl Camp 2 kan? miss Emi-nya ada?" tanya cewe yang terlihat ramah itu
"Oo..iya. miss Emi ada di dalam. Langsung masuk aja. New comer yaa?" Kataku sambil tersenyum
"Iya".jawabnya sambil membalas senyumanku
"Langsung dimasukin aja kopernya, miss" kataku sambil berjalan pergi.

Tidak seperti temannya yang terlihat ramah. Beda cerita saat pertama kali melihat Cuncun, dari wajahnya ia terlihat cuek dan agak keras. Saat itu ia cukup kelimpungan ngurusin barangnya yang lumayan banyak. Kami tak sempat bertegur sapa, apalagi berkenalan.

Singkat cerita....
Day by day, aku semakin dekat dengan nya.

Tunggu...
Saya pikir cerita tentang pertama kali aku bertemu dengannya cukup sampai disini. Aku yakin orang yang bersangkutan, sudah tidak mengingatnya lagi.

Lanjuuuttt......
Ada pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta.

liatin apa kak? serius amat...
OK..secara resmi aku memperkenalkan teman baruku itu namanya  Asnawati Tandjung (bener g sih??) akrab di panggil cuncun (Asnawati = Cuncun. Ok, jangan menanyakan asal nama Cuncun..bisa panjang cerita), asli Padang, berperawakan kecil-mungil dan montok. Selalu benci jika di panggil Asnawati. Ketika ditanya alasanya, dia hanya bilang "pokoknya gak boleh. Aku kan ngenalin nama aku ke kalian Cuncun" sambil marah-marah, yang di ikuti gelak tawa geli para penonton hahahaa.. Ya udah deehh... Apa siih yang enggak buat kamu kak ^,^

Bagiku ia bukan hanya sekedar teman, tetapi sahabat dan juga kakak. Yang aku tau.. Dia itu baik, perhatian, nyenengin, cerewet minta ampun, rame *dimanapun dia berada,  bawel, ribet, tukang ngambek, penggila warna ungu dan punya suara serak-serak becek gitu (yang kalo kata gilang suaranya mirip Hyoyeon SNSD) ahahaa ada-ada aja.

Tentu saja kita membuat banyak cerita selama hidup bersama di Pare. Semua terekam jelas di dalam memori otakku yang kapasitasnya melibihi hard disk ukuran 1 yottabyte sekalipun.

Sesuai dengan karakternya dari sudut pandang aku.. yang telah di paparkan di atas, tak jarang banyak kejadian yang membuatku takjub "kok ada ya orang rempong kayak dia?". Mulai dari cerita pengen berkeliling Pare naik odong-odong, tapi odong-odong yang di tunggu tak kunjung lewat, yang membuat aku dan Gilang mendadak menjadi mama-papa yang sedang ngebujuk anaknya yang rewel minta naik odong-odong. Cerita ice cream made in Gilang di bawah pohon gersen Bu Tin, yang kata kak cuncun kolaborasi aneh antara tekstur ice cream yang lembut dan biskuit yang renyah-renyah garing, dan hampir membuatnya muntah. Tidak hanya itu, ada juga cerita saat makan di Wisata Jamur (salah satu rumah makan di kota Pare). Kalau tidak salah kak cuncun memesan ayam bakar. Dan benar saja, sesuai pesanan (paha) ayam bakar, melihat pesanan makanan yg datang sontak membuat naluri alamiahnya sebagai tante bawel muncul. "aku g suka makan paha ayam. Pokoknya gak mau makan". Lagi-lagi, kami si anak ababil ini harus berurusan dengannya, memutar otak gimana caranya biar si tante bawel ini makan.

kak cuncun and Me

Seperti yang aku katakan sebelumnya, dia adalah sahabat dan juga kakak. jujur saja, aku selalu kangen saat dia bilang, "dasar anak kecil" atau "hati-hati.. Na. Jangan ngawur bawa sepedanya, entar nabrak lagi". Sesederhana itu.. Yah,, kata-katanya sesederhana itu. Tapi, aku selalu senang mendengarnya, berasa punya kakak sungguhan.

kena omelan tante-tante deh..

ini juga
betapa perhatiannya kakakku yang satu ini.. jadi terharu hiks hiks hiks..

"Senang bisa bisa mengenalmu Kak. Kau mengajariku sabar dengan kebawelanmu, mengajariku menjadi seorang kakak yang baik buat adik-adikku dengan caramu memperlakukanku, dan mengajariku ikhlas dengan semua nesehat-nasehatmu".


It's so good to have you around

Kamis, 14 Februari 2013

Mereka punya cerita; Untuk mu.. yang tak tersampaikan

Entah harus memulainya darimana. Semakin dipikir, semakin kehabisan ide. Aku selalu sadar ternyata berbicara itu tak semudah kelihatannya. Jadi, aku memutuskan untuk menuliskan sesuatu yang tak sempat/tak bisa aku katakan secara langsung.

Besok adalah hari besar buat seseorang. Dia adalah sahabatku . Dia akan menjemput mimpinya ke negeri nun jauh disana. Kerenn, bukan? Ingin sekali bisa bertemu sebelum keberangkatannya besok. tapi aku tak bisa dikarenakan sesuatu dan lain hal (*sok sibuk lo, Na!!). sempat terpikir untuk meneleponnya, tapi ku urungkan niatku itu. entahlah.. tak tahu mengapa, aku seakan kehabisan kata-kata. lalu aku memutuskan untuk mengiriminya pesan, begini isinya "malam... Lang kamu udah di Jakarta yaa? besok berangkat jam berapa?" kedengarannya sangat canggung, bukan?

OK.. karena ketidak kreatifanku dalam mengolah kata menjadi sebuah lisan yang apik, dengan berat hati maka aku menuliskannya disini.. d blogku yang entah mulai kapan, telah berubah menjadi sarana mencurahkan isi hati hahahaa.. waduuuhh.... semakin ngawur nih!!
kembali pada topik...
Sebenarnya aku hanya ingin mengatakan ini pada sahabatku itu,,

Congratulation Lang..
Ciieee yang udah mo kuliah.

Akhirnya setelah sekian lama menunggu, tiba juga hari dimana kamu semakin dekat dengan mimpimu. Aku harus bilang "GILANG memang tak terkalahkan" gimana enggak?? Walaupun tak menyaksikannya secara langsung, tapi dari semua celotehanmu itu sudah mampu menggambarkan sekeras apa kau berjuang meraih mimpimu.

Kanada..
Aku tak berpikir Kanada begitu jauh dari Indonesia, sampe kemarin aku lihat di globe. Dan ternyata itu sangat jauh!! Kamu tuh g kalah keren sama bang Top, om Ali, dan k Are..  Kau bahkan melintasi benua untuk menjemput sesuatu yang kau yakini keberadaannya, "A Bright Future". Benar-benar menginspirasi.
(Lang, ingat kalimat yang aku garis bawahi itu g? itu penggalan kalimatmu dalam surat yang kau beri ke aku dulu sebelum aku meninggalkan ruang tunggu raksasa itu)

Aaahhhh sedih sekali rasanya...
Seharusnya aku berada disana untuk mengucapkan sepatah dua patah kata perpisahan. Tapi, yaaa sudahlah, toh juga kamu pergi untuk kembali (kok jadi lebaayy gini yaak) hahahaa

Tidak pernah terpikir bisa bertemu denganmu (keluarga baik-baiks) dan membuat kenangan bersama. Sampai sekarang pun tiap kali membuka album foto kenangan saat masih di Pare dulu, selalu terselip rindu dan ego ingin kembali kesana lagi.. Berharap bertemu dengan kalian lagi, especially YOU my beloved ababil bestfriend.

Aku harap.. dengan segala perbedaan yang ada di negara itu, tidak menghalangimu untuk selalu menjadi seseorang yang TUMPEH-TUMPEH MEMBAHANA.

Sekali lagi selamat yaa sayang... Semoga kemudahan selalu menyertai setiap inci langkahmu.

WE'RE BORN TO WIN

Sesederhana itulah hal yang ingin aku sampaikan. Tapi, dapat dipastikan.. aku akan diam seribu bahasa jika berhadapan langsung sama yang bersangkutan. bukan apa-apa, mungkin telah menjadi kebiasaan.. aku cenderung berhati-hati untuk mengatakan sesuatu pada orang lain. takut salah ngomong *pengalaman masa lalu hahahaa

Selasa, 12 Februari 2013

Hepiii

beberapa hari yang lalu, aku menelepon sahabatku. bukan tanpa maksud, disamping aku merindukannya, aku juga ingin menumpahkan segala kegundahanku selama beberapa minggu belakangan. dia adalah satu-satunya tempat yang ku tuju disaat gundah (lebay aahh). aku selalu merasa lebih baik, mendengar segala masukan-masukannya. (pendapat penulis: seharusnya dia mengambil jurusan psikologi , bukannya kebidanan *apasiihh na.. g penting deh!!).

penggalan percakapanku dengannya :
Aku : nda, udah baca postingan terakhirku belum?
Dinda : udah.. kenapa?
Aku : menurutmu kenapa yaa.. aku kok bisa merasa kosong kayak gitu? aku punya teman, tapi merasa sendiri. punya kesibukkan, tapi merasa bosan. aku tak bisa merasakan apa-apa. aku bosan dengan semuanya.
Dinda : kamu kurang bersyukur dengan apa yang kamu punya sekarang. itu jawabannya.
Nana : eehh?? *sambil berpikir

mendengar jawabannya, sontak aku pun kaget. apa iya? tentu saja pertanyaan itu tertuju padaku. setelah selesai berbincang-bincang dengannya via telepon, aku pun tak bisa untuk tidak membiarkan diriku berpikir. lalu, muncul pertanyaan seperti.. apa yang sedang kau cari? sudahkah kau bersyukur dengan apa yang kau punya?

kemudian aku teringat sebuah buku yang pernah ku baca. di dalam buku itu disebutkan bahwa, "mengapa orang tidak merasa bahagia? karena, mereka menentukan standar kebahagiaannya terlalu tinggi. mulai sekarang cobalah untuk berbahagia pada hal-hal yang sederhana. mulailah dengan menentukan syarat-syarat kebahagiaan semudah mungkin misalnya; dengan tersenyum saat membaca buku, ataupun ketika mendengarkan musik, ataupun ketika menyantap makanan enak. ada satu lagi syarat mudah yang mungkin saat ini kurang kita sadari bahwa "kebahagian terbesar" dalam hidup adalah ketika kita bisa, maaf, membuang air besar pada saat yang tepat dan ditempat yang tepat. iya, gak?" (Love You-Vidi Yulius Sunandar).

dengan penjabaran diatas, sedikit merubah persepsiku tentang bahagia. selama ini ada banyak hal yang tidak aku sadari. orang-orang disekitarku, kehidupanku, bahkan dunia yang menurutku paling tidak adil ini, memberikan sejuta  alasan untuk berbahagia. itu semua tergantung pada pemaknaannya, bukan?

merasa tidak bahagia merupakan suatu kekerasan verbal terhadap diri sendiri. nah.. aku memutuskan untuk berhenti berbuat jahat pada diriku. "sesungguhnya, kebahagiaan adalah suatu hal yang kau ciptakan atas suatu penerimaan. bersyukurlah, maka kau akan bahagia" gumamku.