Slide # 1

Slide # 1

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Slide # 2

Slide # 2

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Slide # 3

Slide # 3

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Slide # 4

Slide # 4

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Slide # 5

Slide # 5

Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

Jumat, 25 Januari 2013

Kosong..


setiap berusaha memejamkan mata, yang ada hanya rasa takut. takut jika aku terbangun lalu mendapati diriku yang sendiri dan kesepian. entah mengapa alam mimpi lebih menyenangkan, ketimbang harus menghadapi dunia yang selalu mempermainkanku.

aku semakin menikmati setiap kali mata ini terpejam, dan menyusuri setiap jengkal dunia abstract yang menjanjikan segala macam kebahagiaan itu. tetapi, aku tidak dapat tinggal selamanya di dalamnya bukan? aku sadar hal itu hanyalah sebuah selingan atau (mungkin) hadiah agar hidupku tak terlalu membosankan. aahhh.....sudahlah, apapun namanya itu aku selalu bahagia.

saat aku terjaga.. seperti sebuah balon sabun yang pecah begitu saja, dan menyisakan sebuah kecemasan. kemudian, aku selalu meyakinkan diri bahwa hari ini akan baik-baik saja. aku bisa melewatinya dengan mudah. hanya perlu sedikit berakting. berakting disini bukan berarti kita menjadi orang yang munafik. tetapi, terkadang ada sesuatu yang tidak harus diketahui orang lain. misalnya, jangan pernah menampakkan kalau kau tak bahagia, sedih, atau kesepian. karena kau hanya akan mendapatkan rasa kasihan. kau tau? hal yang sangat menyedihkan ialah ketika orang lain mengasihanimu.

seperti pagi-pagi biasanya, pagi ini aku terjaga.. bukan mendapati kesepian atau kesendirian, melainkan kekosongan. aku tiba-tiba tersadar, selama ini aku tidak pernah benar-benar sendiri. aku punya banyak teman, aku punya keluarga, dan aku punya Sang Pencipta. aku juga tidak pernah benar-benar kesepian, aku terlalu sibuk untuk mengerjakan ini itu, nge-gaul sama teman-teman, dan rajin update status di semua jaringan sosial yang aku punya. bukankah semua itu cukup membuktikan bahwa tidak ada yang harus dicemaskan, semuanya berjalan baik.

namun, jika melihat jauh ke dalam satu-satunya tempat yang tak dapat diukur atau diperkirakan (HATI). aku benar-benar seperti mati rasa. aku tak dapat merasakan apa-apa, semuanya hambar. mengapa demikian? trauma masa lalu kah? atau sebuah penolakkan? penolakkan atas semua pengharapan yang berakhir di atas keputusasaan.

Selasa, 22 Januari 2013

Bagaimana bisa bangga coba?

meneriakkan sebuah keadilan di kampus ku itu, seperti mengajak orang tuli ngomong pake bahasa binatang. jangan pernah sekali-kali berharap kau akan mendapatkan apa yang kau mau. karena kemungkinannya sama seperti kamu berharap ada planet bumi part 2.

perjuangan selama 6 bulan, bela-belain tidur pagi hanya untuk buat tugas. bangun pagi untuk menunaikan sebuah tugas wajib mahasiswa, NGAMPUS. setia nungguin dosen yang telat ngasih kabar kalau kuliah hari itu kosong. walau sering ngeluh capek sama tugas-tugas yang klo menurut kacamata penglihatanku itu gak manusiawi banget, tetep aja dikerjain dengan sabar. selalu berbuat yang terbaik dalam mengerjakan soal UTS dan UAS, dan tak ketinggalan selalu terselip sebuah harapan di dalam sana.

lalu bagaimana dengan mahasiswa yang seperti ini;
beberapa diantaranya ada yang tiba-tiba mual dan pengen muntah pas liat soal UTS sama UAS, dan memutuskan untuk keluar ruangan ujian setengah jam setelah ujian berlangsung dan membiarkan kertasnya bersih tanpa noda tinta. titip absen, bilangnya ada keperluan mendadak (alasan yg dibuat-buat tentunya). g ngerjain tugas, alasannya g tau karena pertemuan sebelumnya g masuk.

melihat kenyataan yang terjadi dilapangan sekarang, usaha dan hasil tidak berbanding lurus. sebelumnya aku selalu percaya bahwa keberuntungan seseorang tidak datang dengan sendirinya, semuanya harus diciptakan. bagaimana? niat, usaha, dan kerja keras.

berbahagialah mereka yang dengan sengaja bersikap apatis. karena dengan usaha yang seuprit bisa dapat nilai bagus tanpa harus membuang-buang tenaga. mereka-mereka yang merasa tidak puas dengan hasil akhirnya, kemudian datang mengeluh ke kantor pengajaran dan tata usaha. seperti habis jatoh dan tertimpa tangga pula, bukannya mendapatkan kembali hak-haknya yang telah dicuri. malah di lempar sana-sini oleh birokrasi kampus yang ribetnya minta ampun. tidak ada yang mau bertanggung jawab disini.
nah.. kalau sudah begini, harus bagaimana lagi?

bagaimana bisa bangga sama almamater, kalau nasib mahasiswanya saja luntang-lantung kayak gini. sampai detik ini pun, semuanya masih berharap kalau apa yang tertera di CBIS itu salah.

Jumat, 18 Januari 2013

First Posting in 2013 (Ngaco)


sudah terlalu lama rasanya tak memainkan jemari di atas keyboard leptop untuk sekadar menuliskan sesuatu ke dalam blog ini. kalau di ibaratkan sebuah rumah, mungkin keadaannya sekarang sudah dipenuhi oleh sarang laba-labanya.

akhir-akhir ini aku terlalu sibuk bergalau ria dan berubah menjadi seseorang yang "hidup enggan, mati pun tak mau".  dan berhubung sekarang awal tahun, aku memutuskan untuk move on dari segala bentuk kekerasan non verbal hasil cipta dan kolaborasi antara hati dan akal.

seperti kebanyakan orang.. aku berharap tahun ini akan menjadi tahunku, dimana segala rencana berjalan sesuai semestinya. tidak banyak berubah dengan resolusiku di tahun-tahun sebelumnya, intinya tahun ini harus lebih baik dari tahun kemarin.

well,
tahun ini aku sedang terjangkit penyakit, penyakit susah tidur atau nama bekennya insomnia. awalnya pikirku ini adalah hal yang wajar terjadi pada seorang mahasiswa, mengingat tugas akhir yang minta segera diselesaikan. tapi semakin lama aku merasa semakin parah saja. mataku tak bisa di ajak kompromi lagi, sudah dua hari ini aku tak bisa menyelami alam mimpi, menikmati nikmatnya merebahkan tubuh di atas kasur,  dan memeluk teman tidur setiaku, siapa lagi kalau bukan Guling.

sepertinya benar-benar awal tahun yang cethaaarrr membahana...